Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Resmikan Zona Edukasi Baru di SAE L’SIMA Ngajum, Malang
Ngajum, Malang — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, meresmikan zona edukasi baru di kawasan Agroeduwisata SAE L’SIMA, Ngajum, Kabupaten Malang. Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan program ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kawasan SAE L’SIMA yang memiliki lahan ± 20,5 hektar kini terus dikembangkan menjadi pusat edukasi, pertanian, peternakan, konservasi, dan agroeduwisata. Perkembangan pesat ini menjadikan SAE L’SIMA sebagai salah satu lokasi pembinaan produktif terbaik di Indonesia.
“Tanah yang tidak digunakan sehari saja bisa jadi kerugian negara. SAE L’SIMA membuktikan lahan tidur bisa berubah menjadi kawasan produktif yang bermanfaat bagi warga binaan dan masyarakat.”
— Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Apa Saja yang Baru dari Zona Edukasi SAE L’SIMA?
- Pengembangan area pelatihan pertanian dan perkebunan modern.
- Fasilitas peternakan & perikanan yang digunakan warga binaan sebagai media pembelajaran keterampilan.
- Zona agro-eduwisata sebagai ruang edukasi untuk sekolah, kampus, dan masyarakat.
- Peningkatan program ketahanan pangan yang mendukung kebutuhan lapas dan masyarakat sekitar.
- Pusat pelatihan pemberdayaan warga binaan menuju reintegrasi sosial.
Dampak Positif dari Peresmian Zona Edukasi
Peresmian zona edukasi SAE L’SIMA membuka peluang besar dalam transformasi pembinaan pemasyarakatan. Tidak hanya fokus pada pembinaan moral, program ini membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat.
Selain itu, SAE L’SIMA juga menjadi bagian penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Berbagai komoditas pertanian, peternakan, dan hasil bumi lain dihasilkan melalui lahan produktif ini.
Kawasan ini juga direncanakan menjadi pusat ketahanan pangan pemasyarakatan Jawa Timur, sekaligus menjadi model percontohan nasional.
Ke Depan
Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Malang, UM, UB, dan berbagai lembaga lainnya, SAE L’SIMA diproyeksikan berkembang menjadi kawasan edukasi terpadu yang menggabungkan pembinaan, produksi, wisata edukatif, dan konservasi lingkungan.
Harapan besar muncul bahwa kehadiran SAE L’SIMA dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan — bukan sekadar tempat hukuman, tetapi pusat perubahan dan produktivitas.


Leave a Comment